Cara membuat kartu kredit pertama

Ampuh! Ini 7 Cara Membuat Kartu Kredit Pertama Disetujui Bank

Bagaimana cara membuat kartu kredit pertama yang pasti disetujui? 

Membuat kartu kredit pertama bisa dibilang susah-susah gampang. Punya penghasilan sesuai persyaratan kartu kredit tidak lantas menjamin pengajuan pasti diterima.

Pasalnya, untuk mengetahui kelayakan nasabah memiliki kartu kredit, bank akan melihat riwayat keuangan nasabah, terutama kinerja kredit mereka. 

Oleh sebab itu, umumnya bank memprioritaskan orang-orang yang telah memiliki kartu kredit sebelumnya karena lebih mudah mengevaluasi riwayat kredit mereka. 

Tapi tak perlu cemas, ada beberapa trik yang bisa dilakukan agar pengajuan kartu kredit pertama berjalan mulus. Berikut tujuh cara membuat kartu kredit pertama agar tak berujung penolakan.

1. Pilih bank yang ramah kartu kredit pertama

Beberapa bank besar dikenal lebih ketat dalam menerbitkan kartu kredit pertama, terutama yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN). Tapi, tenang saja, masih banyak bank penerbit lain yang “lebih ramah” untuk mengabulkan permohonan kartu kredit pertama. 

Kamu bisa memilih ajukan kartu kredit pertama di empat bank, berikut ini:

1. Maybank Indonesia

Maybank Indonesia (sebelumnya BII) menawarkan kartu kredit yang cocok untuk para first jobber. Kamu bisa mengajukan kartu kredit White Card sebagai kartu kredit pertama asalkan telah berusia 21 tahun dan memiliki penghasilan minimal Rp 3 juta per bulan. 

Adapun iuran tahunan White Card sebesar Rp 180.000 ribu per tahun. 

2. CIMB Niaga

Serupa dengan kartu kredit White Card, kartu kredit Classic dari CIMB Niaga juga mensyaratkan nasabahnya berusia minimal 21 tahun dengan penghasilan minimal Rp 3 juta per bulan. 

Namun, kartu kredit Classic terhitung lebih untung karena bebas iuran tahunan seumur hidup untuk kartu yang berlogo MasterCard atau dua tahun pertama untuk kartu berlogo VISA. 

3. Danamon

Kartu kredit Classic Danamon menawarkan cashback 5 persen untuk setiap pembayaran tagihan yang dilakukan melalui kartu kredit. 

Persyaratan umum kartu kredit Classic Danamon adalah berusia minimal 17 tahun dan  berpenghasilan minimal Rp 3 juta per bulan. Adapun iuran tahunan kartu kredit Classic Danamon sebesar Rp 150 ribu.

4. Bank Mega

Ingin menggunakan kartu kredit untuk transaksi keperluan sehari-hari, seperti pembelanjaan di supermarket? Kartu kredit Bank Mega dapat jadi pilihan yang tepat. 

Bank Mega memiliki sejumlah penawaran menarik dari merchant-merchant di bawah naungan CT Corp Group, seperti Carrefour, Metro Department Store, Trans Fashion, Trans Studio, TransVision, dan masih banyak lagi.

Jika empat pilihan di atas bukanlah bank penerbit kartu kredit yang kamu inginkan, tenang saja. Kamu tetap bisa ajukan kartu kredit di bank lain dengan trik-trik berikutnya.

2. Pilih bank tempat menabung

Memiliki rekening tabungan di bank yang sama dengan bank penerbit kartu kredit memang tak selalu jadi persyaratan. 

Namun, pihak bank menjadikan hal tersebut sebagai salah satu pertimbangan untuk menyetujui kartu kredit. Sebab, pihak bank menjadi lebih mudah melihat alur kas tabungan calon nasabah. Artinya, kemungkinan pengajuan diterima pun bisa lebih tinggi.

Untuk menciptakan riwayat rekening tabungan yang baik, bertransaksilah dengan rekening tabungan tersebut secara aktif. Pastikan juga selalu ada aliran dana yang masuk secara rutin, salah satunya berupa uang gaji tiap bulannya.

3. Ajukan kartu kredit di mall

Sudah jadi rahasia umum kalau mengajukan kartu kredit BCA sebagai kartu kredit pertama biasanya sulit diterima. Tapi, bukan berarti hal tersebut mustahil. Salah satu triknya adalah dengan memanfaatkan penawaran kartu kredit di mall atau pusat perbelanjaan.

Pengajuan kartu kredit di mall, biasanya punya syarat yang lebih mudah dan peluang diterima lebih tinggi. Sebab, pengunjung mall dinilai sebagai individu konsumtif dan mapan sehingga dinilai telah layak memiliki kartu kredit.

Di sisi lain, marketing kartu kredit BCA atau bank lainnya di gerai-gerai pusat perbelanjaan perlu memenuhi target calon nasabah kartu kredit, sehingga proses pengajuan tak akan dipersulit.

4. Memastikan riwayat keuangan baik

Sekalipun tak pernah memiliki kartu kredit sebelumnya, tapi pernahkah memiliki pinjaman dalam bentuk lain? Jika pernah, pastikan kamu tak pernah mengalami kredit macet atau masalah pinjaman lainnya. 

Bagaimanapun, pihak bank akan memeriksa riwayat keuanganmu, termasuk utang-utang yang pernah diambil. Jika ada penunggakan pembayaran pinjaman, lunasi terlebih dulu sebelum mengajukan kartu kredit.

5. Memilih kartu kredit sesuai kebutuhan

Pikirkanlah tujuan penggunaan kartu kredit sebelum mengajukan. Lalu, pilihlah kartu kredit dengan fitur dan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan. 

Pahami rewards, bonus, penawaran kartu kredit, hingga biaya iuran tahunan agar penggunaan kartu kredit dapat lebih optimal. 

Selain itu, pilihlah kartu kredit pertama dengan plafon pinjaman yang rendah untuk melatih pengelolaan kartu kredit agar tidak kebablasan.

6. Isi formulir dan lengkapi syarat yang diminta

Jika sudah tahu kartu kredit yang diincar, selanjutnya datangi atau hubungi pihak bank untuk proses pengajuan. Pahami persyaratan pengajuan yang tertera dan siapkan semua dokumen yang diperlukan. Jika ada ketentuan yang belum dipahami, jangan segan untuk bertanya kepada pihak bank 

7. Ikuti proses verifikasi dengan baik

Terakhir adalah tahap verifikasi. Tahap ini umumnya terjadi setelah satu hingga dua minggu pengajuan administrasi selesai dilakukan. Pihak bank akan menelepon untuk mencocokkan data yang sudah diisi dengan jawaban calon nasabah melalui telepon. 

Memang, ada saja yang tak lolos proses verifikasi. Namun, selama kamu bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan benar, tahap ini cukup mudah untuk dilalui. Pertanyaan verifikasi umumnya mengenai data diri, seperti nama ibu kandung, alamat tinggal, status pekerjaan, dan sebagainya.

Selain menghubungi kamu, pihak bank juga akan melakukan verifikasi dengan menghubungi nomor telepon saudara tak serumah yang kamu cantumkan pada formulir pengajuan kartu kredit. 

Usahakan ponsel selalu aktif dan berada dalam jangkauanmu agar tak ada kendala jika bank menghubungi sewaktu-waktu. Jangan lupa, ingatkan saudaramu mengenai hal serupa agar dia siap menjawab seluruh pertanyaan verifikasi.  

Pengajuan kartu kredit pertama bagi non-pegawai 

Jika statusmu saat ini bukanlah karyawan, berikut ini tiga tips tambahan agar pengajuan kartu kredit lebih mudah diterima.

1. Memberikan jaminan

Sebagai jaminan, pihak bank umumnya akan mewajibkan penyertaan slip gaji sebagai persyaratan dokumen. Lalu, bagaimana dengan non pegawai yang tidak memiliki slip gaji? 

Kamu bisa memberi jaminan dalam bentuk lain, seperti deposit tabungan di bank tersebut. Bank biasanya akan memberikan limit kartu kredit sebesar nilai deposit yang dijadikan jaminan. 

Uang deposit tersebut akan dikunci selama kartu kredit aktif digunakan. Pengajuan kartu kredit dengan jaminan ini sering disebut sebagai secured credit card. 

2. Mengajukan kartu kredit di kota domisili

Pengajuan kartu kredit di bank sesuai kota domisili membuat pihak bank lebih mudah menjangkau nasabah jika terjadi hal-hal yang tak diharapkan. Hal ini dapat menjadi pertimbangan tambahan pihak bank untuk menyetujui pengajuan kartu kredit.

3. Melalui jasa lembaga keuangan atau marketing

Jika pengajuan kartu kredit langsung di bank tak kunjung disetujui, kamu bisa mencoba alternatif lain, seperti melalui marketing maupun jasa lembaga keuangan lainnya. 

Banyak marketing kartu kredit yang mencari target nasabah sehingga pengajuan akan lebih mudah dan peluang disetujui jadi lebih besar. 

Kamu juga bisa memanfaatkan situs pembanding produk keuangan, seperti GoBear untuk mendapatkan kartu kredit yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Dengan begitu, peluang kartu kredit diterima pun jadi lebih besar.

Sudah tahu belum, sekarang membuat kartu kredit dapat dilakukan secara online juga? Tentunya, lebih mudah dan praktis karena tak perlu datang dan mengantre di bank. 

Pengajuan kartu kredit online dapat dilakukan di situs bank penerbit kartu, situs komparasi produk finansial, serta marketplace yang bekerja sama dengan bank. 

Beberapa bank yang telah memiliki fasilitas pengajuan kartu kredit online, di antaranya bank BCA, BRI, dan BNI. 

Cara membuat kartu kredit online

Pengajuan kartu kredit online terdiri dari enam tahap. Simak di bawah ini ya!

1. Registrasi
Calon nasabah mengisi formulir aplikasi pengajuan kartu kredit online di situs terkait. Formulir umumnya terdiri dari data diri, meliputi penghasilan per tahun dan jenis pekerjaan. 

2. Lihat dan bandingkan fitur kartu kredit
Jika pengajuan dilakukan di situs bank, kamu hanya dapat membandingkan jenis-jenis kartu kredit dari bank terkait. 
Namun, jika pengajuan kartu kredit dilakukan melalui situs komparasi, kamu dapat mengoptimalkan fitur perbandingan produk kartu kredit dari tiap bank penerbit di Indonesia untuk mendapatkan kartu kredit yang paling cocok dengan kondisimu.  

4. Ajukan
Jika sudah punya kartu kredit incaran, kamu dapat langsung menekan tombol “apply” atau “ajukan”. Selanjutnya, kamu akan diminta mengisi data tambahan lain dan meng-upload dokumen yang diperlukan, seperti NPWP dan slip gaji.

5. Kirim aplikasi pengajuan kartu kredit
Prosedur pengiriman pengajuan kartu kredit biasanya dilakukan melalui dua cara, yaitu secara online atau melalui surat pos tergantung kebijakan situs atau bank penerbit terkait.

6. Tunggu proses verifikasi
Seperti pengajuan kartu kredit secara konvensional, kamu juga akan dihubungi petugas bank untuk melakukan verifikasi. Pastikan ponsel selalu dalam jangkauan agar tidak ada panggilan yang terlewat. 

7. Kartu kredit diterima
Jika pengajuan kartu kredit online disetujui, biasanya seminggu setelah proses verifikasi, pihak bank akan mengirimkan kartu sesuai alamat yang kamu cantumkan pada formulir pengajuan.

Jika tak ada kabar setelah lebih dari seminggu, besar kemungkinan pengajuan ditolak. Namun, tak ada salahnya menghubungi pihak bank untuk memastikan status pengajuanmu.

(Baca: Ini Panduan Lengkap Pengajuan Kartu Kredit Online)

4 Kesalahan yang bikin kartu kredit ditolak

Nah, kalau sudah tahu langkah-langkah membuat kartu kredit, pasti gampang deh aplikasinya disetujui bank. Tapi ingat juga, jangan sampai kamu melakukan empat kesalahan ini ya:

1. Memalsukan data pribadi
Untuk melakukan verifikasi, pihak bank akan meminta informasi dan menghubungi saudara yang tidak tinggal serumah. Tak sedikit yang menggunakan data teman sebagai pengganti saudara atau keluarga.

Jika temanmu tidak bisa menjawab alamat dan data lain sesuai yang kamu isi di formulir pengajuan, bank akan menilai data yang kamu berikan tidak valid dan menolak pengajuan kartu kredit.

2. Lupa koordinasi dengan saudara yang namanya dicantumkan
Jangan lupa mengingatkan saudara yang datanya dicantumkan sebagai referensi verifikasi. Jika tidak, bisa jadi telepon dari pihak bank terabaikan atau jawaban yang diberikan tak sesuai harapan atau berbeda dengan informasi yang kamu cantumkan. 

3. Memalsukan slip gaji
Ada pula yang nekat memalsukan slip gaji demi mendapatkan kartu kredit dengan limit yang lebih besar. Padahal, jika bank penerbit kartu kredit sama dengan rekening payroll,  pihak bank dapat mengecek arus kas sehingga pemalsuan data dapat diketahui dengan mudah.

Kalaupun tidak, memiliki kartu kredit yang tak sesuai dengan kemampuanmu sama saja cari masalah. Sebagai contoh, jika penghasilanmu hanya sesuai untuk kartu Silver, tapi kamu palsukan demi mendapat kartu kredit Platinum, bisa jadi iuran tahunan yang perlu dibayar pun dua kali lipat lebih besar.

4. Tidak memperhatikan persyaratan dengan baik
Tiap jenis kartu kredit memiliki persyaratan yang berbeda. Pilihlah kartu kredit dengan persyaratan yang sesuai dengan kondisimu, mulai dari minimal penghasilan, usia, limit, dan sebagainya.

Cek juga apakah kartu kredit yang ingin kamu ajukan mewajibkan kepemilikan kartu kredit sebelumnya atau tidak. Jika iya, jelas pengajuan kartu kredit pertama akan ditolak.

Saat kartu sudah dalam genggaman, ingat untuk hanya menggunakannya sesuai keperluan. Jangan sampai lupa bahwa kartu kredit adalah alternatif alat pembayaran, bukan alat utang. Jadi, jangan pernah lakukan transaksi dengan kartu kredit jika tak punya rencana pelunasan yang jelas. 

(Baca: 5 Pilihan Kartu Kredit BNI untuk Gaji Rp 3 Jutaan)

Semoga pengajuan kartu kreditmu berhasil!