Mengurus kartu kredit hilang

5 Cara Mengurus Kartu Kredit Hilang Agar Tidak Kebobolan

Kartu kredit tiba-tiba lenyap dari dalam dompet? Sudah mencari di setiap penjuru, mulai dari dompet, tas, hingga saku celana tetap saja tidak ketemu? Kamu pun tak tahu apakah kartu hilang karena terjatuh, terselip, atau bahkan dicuri. 

Jika tak segera diurus, kemungkinan terburuk bisa saja menimpamu: tagihan tak dikenal datang dengan nominal yang bikin bangkrut. 

Jika sudah begini, mengelak dari tagihan kartu kredit pun mustahil bisa dilakukan. Jika diabaikan, beban bunga bisa membuat utang semakin gemuk. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Sudah kehilangan kartu kredit, masih harus menanggung pembayaran yang tidak kita lakukan. Waduh, gawat! 

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan jika kartu kredit hilang? Tenang, tak perlu panik. Segera lakukan langkah-langkah di bawah ini untuk menghindari risiko kerugian finansial yang bisa terjadi.

1. Hubungi bank penerbit kartu kredit

Segera hubungi customer service bank penerbit untuk melakukan pemblokiran kartu. Gunanya untuk menghindari penyalahgunaan kartu oleh orang tak bertanggung jawab. Semakin cepat menghubungi, semakin baik. Sebab, transaksi yang terjadi sebelum permohonan pemblokiran akan tetap menjadi tanggung jawab pemilik kartu. 

Proses pemblokiran umumnya memakan waktu yang cukup singkat, sekitar 5-15 menit. Petugas akan menanyakan alasan pemblokiran, nomor kartu kredit, dan beberapa informasi pribadi, seperti tanggal lahir dan nama ibu kandung. Sebagai langkah pencegahan, sebaiknya kamu pun menyimpan informasi kartu, meliputi nomor kartu dan masa berlaku kartu. 

Berikut ini nomor call center beberapa bank di Indonesia yang bisa kamu hubungi sesuai dengan bank penerbit kartumu:

  • Bank BCA : 1500888
  • Bank BNI : 1500046
  • Bank Mandiri : 14000
  • Cimb Niaga : 14041
  • Bank BRI : 14017 / 1500017
  • Bank Mega : 60010 / 1500010
  • Bank HSBC : 64722

2. Lacak transaksi terakhir kartu kredit

Lacak transaksi terakhir kartu kredit. Jika tak ada transaksi yang tidak kamu lakukan, maka kamu bisa bernapas lega. Kartumu barangkali memang hanya terselip atau belum sempat disalahgunakan oleh orang lain.

Sebaliknya, jika terdapat transaksi yang tidak kamu lakukan, segera ajukan laporan ke pihak bank penerbit kartu. 

Pengaduan dapat disampaikan secara tertulis dan ditujukan ke bank yang bersangkutan dengan ditembuskan ke instansi terkait, seperti Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan (Bank Indonesia), Asosiasi Kartu Kredit Indonesia, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Jika pengaduan tersebut tidak mendapatkan tanggapan yang diharapkan dari pihak bank, kamu dapat datang langsung ke kantor YLKI, Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan Bank Indonesia, atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) untuk mengajukan pengaduan. 

(Baca: Kartu Kredit CIMB Niaga dan 5 Kartu Kredit Ini Bebas Iuran Tahunan!)

3. Lapor kehilangan ke kantor polisi

Setelah kartu diblokir, segera laporkan kehilangan ke kantor polisi untuk mendapatkan surat bukti kehilangan kartu kredit. Dokumen ini diperlukan untuk mengajukan pembuatan kartu baru di bank terkait. 

Sekalipun kamu tinggal datang langsung ke kantor polisi, tapi ingat laporan kehilangan tak bisa diwakilkan sehingga pemilik kartulah yang harus datang melapor. 

Jangan lupa segera fotokopi surat bukti kehilangan yang telah didapatkan agar kamu memiliki salinan data jika sewaktu-waktu diperlukan. Untuk meminta surat bukti kehilangan, kamu tak akan dikenakan biaya sepeser pun alias gratis. 

4. Tutup rekening lama, buat rekening baru

Jika surat bukti kehilangan sudah di tangan, datangi customer service bank terkait untuk minta dibuatkan kartu kredit pengganti. Namun, sebelumnya lakukan penutupan rekening kartu kredit yang telah hilang. Kartu pengganti umumnya akan dikirim ke alamat pemegang kartu dalam waktu 24 jam.  

Jika kamu menggunakan kartu kredit untuk layanan pembayaran tagihan otomatis, terhubung ke akun Paypal atau akun lainnya, jangan lupa segera hapus atau perbarui data pada akun tersebut. 

5. Jaga baik-baik kartu kredit baru

Sekalipun proses di atas terbilang cukup mudah, kehilangan kartu kredit tetap saja bisa membuat stres. Apalagi, jika kehilangan kartu terjadi saat kamu sedang travelling di luar negeri atau sedang membutuhkan layanan kartu dalam waktu dekat. 

(Baca: Secured Credit Card, Kartu Kredit dengan Jaminan yang Lebih Aman)

Oleh sebab itu, jaga baik-baik kartu kreditmu dan usahakan hanya membawa kartu jika diperlukan. Terakhir, selalu periksa tagihan kartu kredit dengan cermat untuk memantau pengeluaran sekaligus memastikan tak ada transaksi “gaib”.