Kartu kredit bunga rendah

3 Kartu Kredit Terbaik dengan Bunga Paling Rendah di 2019

Suku bunga adalah salah satu pertimbangan penting saat memilih kartu kredit terbaik. Pada produk simpanan, suku bunga tinggi jadi incaran, sebaliknya untuk produk pinjaman dan juga kartu kredit, nasabah harus memilih produk dengan suku bunga paling rendah. Dengan begitu, pembayaran cicilan atau tagihan pun akan terasa lebih ringan.

Penerapan bunga, baik pada produk pinjaman ataupun simpanan diibaratkan sebagai imbal jasa kepada pemberi pinjaman. Pada produk simpanan, nasabah “meminjamkan” dana kepada bank. Oleh sebab itu, nasabah berhak mendapatkan bunga tabungan atau bunga deposito. 

Sebaliknya, pada produk pinjaman seperti kartu kredit, nasabahlah yang meminjam dana dari bank, sehingga nasabah harus membayar bunga sesuai ketetapan bank terkait. 

Agar bank tetap memperoleh keuntungan dan mempertahankan operasional sehari-hari, suku bunga kredit dipatok lebih tinggi dibanding suku bunga simpanan. Apalagi, bank juga perlu memiliki kompensasi lebih untuk menanggung risiko nasabah menunggak bayar atau bahkan gagal bayar tagihan pinjaman.

Meski begitu, bank tidak bisa semena-mena mematok bunga kartu kredit. Sebab, penetapan suku bunga telah diatur dalam kebijakan Bank Indonesia (BI). 

Kabar baiknya, sejak awal Juni 2017 lalu, bunga kartu kredit mengalami penurunan dari 2,95 persen menjadi 2,25 persen per bulan. Dan hingga saat ini, suku bunga kartu kredit belum mengalami kenaikan. 

Seiring dengan kebijakan tersebut, perbankan di Indonesia pun lekas memangkas bunga pada produk kartu kreditnya. Untuk menarik minat nasabah, bank pun menawarkan suku bunga yang bersaing, bahkan mematok suku bunga di bawah bunga kartu kredit yang ditetapkan BI.

Mau tahu bank apa saja yang menawarkan kartu kredit bunga rendah yang bisa membuat cicilan jauh lebih ringan? Tak perlu berbasa-basi lagi, cek daftarnya di bawah ini.

1. Kartu Kredit Mandiri Gold

Mandiri Gold dari Bank Mandiri menawarkan suku bunga sebesar 2,245 persen, serta fasilitas cicilan dengan bunga 0 persen atau bunga ringan mulai dari 0,99 persen per bulan. 

Limit yang ditawarkan kartu kredit Mandiri Gold mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 300 juta, tergantung kepada kemampuan dan preferensi calon nasabah.

Biaya lainnya:

  • Iuran tahunan: Rp 342 ribu per tahun.
  • Biaya penarikan uang tunai: 6 persen atau minimum Rp 100 ribu.
  • Biaya keterlambatan pembayaran: 3 persen dari total tagihan atau maksimal Rp 150 ribu.

Persyaratan umum:

  1. Usia 21 tahun (atau sudah menikah) hingga 70 tahun.
  2. Berdomisili di daerah pemasaran Bank Mandiri.
  3. Penghasilan minimum Rp 36 juta per tahun.

 Persyaratan dokumen:

  1. Fotokopi KTP untuk WNI atau KITAS untuk WNA.
  2. Bukti penghasilan (slip gaji atau SPT).
  3. Fotokopi rekening minimum tiga bulan terakhir.
  4. Fotokopi SIUP bagi pengusaha.
  5. Fotokopi NPWP.

2. Kartu Kredit Mastercard Premium Standard Chartered

Kartu kredit Mastercard Premium menawarkan berbagai fasilitas dan keuntungan menarik, salah satunya cashback senilai Rp 2 juta untuk pengajuan kartu kredit secara online. Adapun suku bunga kartu kredit Mastercard Premium Standard Chartered sebesar 2,245 persen per bulan.

Nasabah juga bisa menikmati diskon hingga Rp 500 ribu untuk pemesanan tiket dan hotel di Traveloka, serta cashback hingga Rp 150 ribu untuk transaksi yang dilakukan melalui Tokopedia.

Biaya lainnya:

  • Iuran tahunan: Rp 500 ribu per tahun.
  • Biaya penarikan uang tunai: 6 persen atau minimum Rp 100 ribu.
  • Biaya keterlambatan pembayaran: 3 persen dari total tagihan atau maksimal Rp 150 ribu.

Persyaratan umum:

  1. Usia 21-65 tahun.
  2. Penghasilan minimum Rp 20 juta per bulan.
  3. Memiliki kartu kredit aktif.

 Persyaratan dokumen:

  1. Fotokopi KTP untuk WNI atau KITAS untuk WNA.
  2. Bukti penghasilan (slip gaji atau SPT).
  3. Fotokopi SIUP bagi pengusaha.
  4. Fotokopi surat izin profesi bagi profesional.
  5. Fotokopi NPWP.

3. Kartu Kredit BCA Smartcash

Kartu kredit BCA Smartcash dapat menjadi solusi dana tambahan untuk para pengusaha. Sebab, kartu kredit dari Bank BCA ini mengenakan bunga yang cukup rendah, yaitu sebesar 1,8 persen per bulan, baik untuk penarikan tunai maupun transaksi belanja.

Tak hanya bunga yang ringan, BCA Smartcash juga bebas biaya administrasi dan provisi. Pemegang kartu kredit BCA Smartcash juga memiliki kesempatan menggunakan fasilitas kredit tanpa agunan. Adapun, iuran tahunan BCA Smartcash mulai dari Rp 250 ribu per tahun.

Biaya lainnya:

  • Iuran tahunan: Rp 250-500 ribu.
  • Biaya penarikan uang tunai: gratis.
  • Biaya kelebihan pemakaian limit: Rp 40 ribu per transaksi.
  • Biaya keterlambatan pembayaran: 3 persen atau maksimal Rp 150 ribu per nasabah.

Persyaratan umum:

  1. Warga negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia.
  2. Usia 21-65 tahun.
  3. Memiliki bisnis dengan omzet minimal Rp 30 juta per bulan dan telah berjalan minimal dua tahun.

Persyaratan dokumen:

  1. Fotokopi KTP/Paspor.
  2. Fotokopi rekening tabungan tiga bulan terakhir.
  3. Fotokopi akte pendirian perusahaan, SIUP, TDP, dan NPWP.
  4. Fotokopi rekening kartu kredit tiga bulan terakhir (jika ada).

(Baca: 15 Biaya Kartu Kredit yang Perlu Diketahui, Tak Hanya Bunga!)

Tips memilih kartu kredit yang menguntungkan

Jadi sekarang sudah tahu kan kartu kredit terbaik dengan bunga paling rendah di tahun 2019? Kalau ingin semakin untung, jangan hanya melihat suku bunga, tapi juga pertimbangkan biaya tambahan lainnya. 

Pilihlah kartu kredit dengan lima ciri ini:

1. Gratis iuran tahunan

Iuran tahunan alias annual fee adalah biaya yang harus dibayar nasabah secara rutin, sekalipun kartu kredit tidak digunakan. Oleh sebab itu, pilihlah kartu kredit dengan iuran tahunan yang ringan. 

Sebagian besar penerbit kartu kredit umumnya memberikan gratis iuran tahunan selama satu tahun pertama untuk menarik minat nasabah. 

Tapi, kalau tidak ingin membayar iuran tahunan sepeser pun juga bisa. Sebab, ada kok bank yang membebaskan iuran tahunan selamanya, seperti kartu kredit CIMB Niaga berlogo Mastercard dan Kartu Kredit Personal Bank Sinarmas

2. Bebas biaya keterlambatan

Jika kamu yakin 100 persen bisa membayar tagihan secara rutin dan tepat waktu, biaya keterlambatan tidak perlu dikhawatirkan. Tapi jika tidak, perhitungkan besaran biaya keterlambatan yang tercantum pada kartu kredit yang akan dipilih. 

Umumnya, penerbit kartu kredit mengenakan biaya keterlambatan sekitar 3 persen dari total tagihan. Artinya, jika kamu telat membayar tagihan senilai Rp 2 juta, selain beban bunga semakin membesar, kamu pun harus membayar sekitar Rp 60 ribu sebagai biaya keterlambatan.

Jika ingin terhindar dari biaya ini, kamu bisa memanfaatkan fitur auto-debit untuk pembayaran secara otomatis. Alternatif lainnya, pilihlah kartu kredit yang bebas biaya keterlambatan, seperti Kartu Kredit Citi Simplicity+ dari Citibank.

3. Bebas biaya over limit

Biaya over limit akan muncul dalam tagihan kartu kredit jika transaksi yang dilakukan telah melebihi limit nominal kartu kredit. Rata-rata biaya over limit mulai dari Rp 40 ribu hingga di atas Rp 150 ribu. 

Meski begitu, ada penerbit kartu kredit yang membebaskan biaya over limit. Misalnya, kartu kredit CIMB Niaga Visa Classic.

4. Biaya konversi mata uang ringan

Membeli barang dari situs-situs luar, seperti eBay, Amazon, dan lainnya memang paling mudah menggunakan kartu kredit. Tapi, jangan lupa ada biaya konversi mata uang yang harus ditanggung. 

Biaya konversi mata utang ini terdiri dari dua bagian. Biaya pertama berasal dari provider kartu kredit, seperti Visa dan Mastercard, sebesar 1-2 persen. Sementara, biaya kedua berasal dari penerbit kartu kredit sebesar 1,5-2,5 persen dari nilai transaksi. Lumayan menguras kantong, bukan?

Biar transaksi menggunakan kartu kredit tetap irit, pilihlah kartu kredit dengan biaya konversi yang rendah. Misalnya, Kartu Kredit Mega Travel Card yang memberikan garansi nilai tukar mata uang terbaik. Kartu Kredit Mega Travel Card bahkan menjanjikan penggantian dua kali selisih kurs jika ada nasabah yang mendapati kartu kredit lain dengan kurs yang lebih baik.

5. Biaya penukaran point reward  

Bagi pemegang kartu kredit, point reward adalah salah satu keuntungan yang bikin pengeluaran makin hemat. Sebab, point reward dapat ditukarkan dengan berbagai penawaran menarik, mulai dari voucher belanja, diskon, hingga beragam hadiah.

Namun, tak sedikit yang abai memperhitungkan biaya penukaran point reward, sehingga malah jadi menambah biaya dalam tagihan. Kalau mau untung, pilihlah kartu kredit yang bebas biaya penukaran poin. Misalnya, Kartu Kredit Digibank dari Bank DBS

Ingat, sekalipun kartu kredit yang dipilih menawarkan suku bunga bersaing dengan biaya ringan, bukan berarti penggunaannya jadi tanpa aturan. 

Gunakan kartu kredit sebagai alternatif alat pembayaran, bukan sebagai alat utang. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan manfaat secara optimal tanpa takut dikejar-kejar tagihan. 

Jika masih bingung menentukan kartu kredit yang paling ideal buatmu, bandingkan biaya, promo, serta persyaratan kartu kredit dari beragam bank dengan menggunakan situs pembanding produk keuangan, seperti GoBear Indonesia. Melalui GoBear Indonesia, kamu pun bisa langsung mengajukan aplikasi kartu kredit secara praktis dan cepat. 

(Baca: 5 Pilihan Kartu Kredit BNI untuk Gaji Rp 3 Jutaan)

Selamat mencoba!