Biaya kartu kredit

15 Biaya Kartu Kredit yang Perlu Diketahui, Tak Hanya Bunga!

Budi sudah lama ingin punya kartu kredit. Pikirnya, kartu kredit dapat memberikan banyak kemudahan dan kepraktisan dalam bertransaksi. Apalagi, ada banyak privilege menarik bagi pemegang kartu kredit, mulai dari diskon harga, cashback, reward points, fasilitas airport lounge gratis, dan masih banyak lagi.

Dengan kartu kredit, Budi merasa bisa mengatur keuangannya dengan lebih mudah. Sebab, setiap transaksi jadi tercatat secara otomatis, sehingga mudah dipantau dan dievaluasi. Ia juga tak perlu repot membawa banyak uang tunai saat berpergian. Cukup gesek kartu kredit di mesin EDC saat bertransaksi, selesai.

Tak heran ketika penghasilannya sudah memadai, Budi pun tak menunggu lama untuk mengajukan kartu kredit. Kabar baiknya, pengajuan kartu kreditnya diterima. 

Bulan pertama pemakaian kartu kredit, semua masih sesuai perkiraan Budi. Tapi, pada bulan ke empat, tagihan kartu kredit yang Budi terima lebih besar dari perhitungannya. Ada berbagai biaya kartu kredit tambahan yang muncul dalam daftar transaksi sehingga tagihannya membengkak.

Bukan, Budi bukan sedang ditipu. Ia hanya tidak tahu, bahwa di balik semua kemudahan dan “bonus” yang diberikan kartu kredit, ada harga yang harus dibayar oleh pemegang kartu kredit. 

Tak hanya bunga transaksi yang terhitung tinggi, ada juga berbagai macam biaya kartu kredit yang harus ditanggung pemegang kartu kredit. Apalagi, jika nasabah tak mengetahuinya dan tidak memperhitungkan risiko biaya-biaya tambahan tersebut. 

Sayangnya, tak sedikit orang yang berada dalam keadaan serupa dengan Budi. Kartu kredit memang punya sejumlah kegunaan yang bisa membuat pemiliknya semakin untung. Namun, jika tak teliti mengenai risiko dan biaya yang harus ditanggung, kartu kredit bisa-bisa bikin buntung. 

Lalu, apa saja biaya-biaya tambahan yang berlaku untuk transaksi kartu kredit dan kapan biaya tersebut disertakan? 

Bagi kamu yang baru mau mengajukan kartu kredit ataupun sudah lama punya, pastikan kamu tahu berbagai biaya kartu kredit agar bisa mengoptimalkan manfaat kartu sakti ini tanpa kebobolan. Berikut di antaranya.

1. Iuran tahunan

Iuran tahunan (annual fee) adalah biaya yang harus dibayar pemegang kartu kredit sebagai kompensasi atas servis dan fasilitas yang telah diberikan oleh penerbit kartu.

Besarannya tergantung kepada masing-masing penerbit kartu kredit dan jenis kartunya. Semakin lengkap fitur kartu dan semakin premium jenis kartu, semakin tinggi pula biaya tahunan yang dikenakan.

Beberapa bank membebankan iuran tahunan pada tagihan pertama nasabah, namun ada pula bank yang menagih iuran tahunan setelah satu tahun pemakaian kartu kredit.

Iuran tahunan sering jadi pertimbangan calon nasabah dalam memilih kartu kredit, oleh sebab itu banyak penerbit kartu yang memberikan promo iuran tahunan ringan hingga gratis untuk periode tertentu.

Tapi, jangan lupa perhatikan syarat dan ketentuannya. Tak sedikit promo kartu kredit bebas iuran tahunan yang memiliki syarat tertentu. Misalnya, nasabah harus mencapai minimal transaksi tertentu dari limit yang diberikan. Jangan sampai karena mengejar bebas iuran tahunan, kamu malah jadi menggunakan kartu kredit melebihi kebutuhan.

(Baca: Secured Credit Card, Kartu Kredit dengan Jaminan yang Lebih Aman)

2. Biaya keterlambatan

Jangan anggap sepele menunda pembayaran tagihan kartu kredit. Sebab, ada biaya keterlambatan atau penalti yang bisa menambah beban tagihan.

Penerbit kartu kredit biasanya mengenakan denda keterlambatan sekitar 3 persen dari total tagihan atau sebesar nilai maksimum yang ditetapkan penerbit kartu kredit.

Untuk menghindari terlambat bayar, jika kamu memiliki rekening tabungan di bank yang sama dengan bank penerbit kartu kredit, manfaatkan fitur auto-debit alias penarikan dana otomatis untuk pembayaran tagihan. Selain itu, pastikan menggunakan fitur pengiriman tagihan menggunakan e-mail.

3. Biaya bunga

Biaya bunga dikenakan tiap nasabah menggunakan kartu kredit untuk membeli barang dengan sistem cicilan. Umumnya, bunga kartu kredit berkisar mulai dari 0 persen hingga 2,25 persen per bulan.

Misalnya, kamu membeli HP seharga Rp 10 juta dengan program cicilan selama tiga bulan dan bunga sebesar 2,25 persen. Maka, setiap bulannya, kamu harus membayar ekstra Rp 225 ribu setiap bulan.

Namun, saat ini tak sedikit pula fasilitas cicilan nol persen yang ditawarkan oleh penerbit kartu kredit, sehingga total cicilan yang dibayar akan sama jumlahnya dengan harga asli atau dibayar secara tunai. Meski begitu, perhatikan biaya-biaya tambahan yang menyertai, seperti biaya administrasi atau biaya lainnya.

Jika kamu membayar tagihan kartu kredit dengan pembayaran minimum, sisa tagihan bulan berikutnya juga akan dibebani biaya bunga. Oleh sebab itu, sebaiknya selalu membayar penuh tagihan sebelum tanggal jatuh tempo.

4. Biaya kelebihan pemakaian (over limit)

Saat pengajuan kartu kredit diterima, kamu akan mendapatkan informasi batas limit nominal transaksi belanja dan nominal transaksi tarik tunai yang dapat dilakukan. Nah, jika pemakaian melebihi limit kartu yang ditetapkan, pemegang kartu kredit akan dikenakan biaya over limit.

Rata-rata biaya over limit mulai dari Rp 40 ribu hingga di atas Rp 150 ribu. Namun, ada pula penerbit bank yang membebaskan biaya over limit, seperti CIMB Niaga Visa Classic.

5. Biaya tarik tunai

Layaknya kartu debit, kartu kredit juga bisa digunakan untuk penarikan uang tunai. Misalnya, jika kamu memiliki kartu kredit dengan limit Rp 20 juta dan limit tarik tunai Rp 10 juta. Saat mengalami kondisi mendesak, kamu bisa melakukan penarikan tunai di mesin ATM seperti kartu debit biasa.

Tapi jangan lupa bahwa uang yang ditarik dari kartu kredit bukanlah uang kita alias pinjaman. Oleh sebab itu, ada bunga dan biaya yang harus dibayar. Umumnya, penarikan tunai kartu kredit dikenakan tarif sekitar 4-6 persen dari total dana yang ditarik.

Misalnya, jika kamu menarik tunai kartu kredit senilai Rp 2 juta dengan tarif tarik tunai 6 persen, maka biaya yang harus dibayar adalah sebesar Rp 120 ribu. Jika tagihan tidak segera dilunasi sebelum jatuh tempo, siap-siap dikenakan bunga sehingga tagihan semakin besar di bulan berikutnya.

6. Biaya konversi mata uang

Saat belanja online dari situs luar, seperti eBay, Amazon, dan lainnya, pembayaran umumnya dilakukan menggunakan kartu kredit. Nah, sudah tahu belum bahwa ada biaya konversi mata uang asing (kurs) yang akan ditambahkan ke dalam tagihanmu?

Biaya konversi mata uang terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah biaya yang dikenakan oleh Credit Card Network, seperti Visa atau Mastercard, sebesar 1-2 persen. Yang kedua adalah biaya dari penerbit kartu kredit sebesar 1,5-2,5 persen dari nilai transaksi.

Jika kamu sering melakukan transaksi dalam mata uang asing atau berbelanja online di situs luar negeri, pilihlah kartu kredit dengan tawaran nilai tukar mata uang asing yang bersaing.

7. Biaya penggantian kartu rusak atau hilang

Jika kartu kreditmu rusak atau hilang, mau tak mau kamu harus membuat kartu yang baru. Tentunya, penggantian kartu ini tidak bebas biaya.

Setiap penerbit kartu kredit memiliki kebijakannya masing-masing dalam menetapkan biaya penggantian kartu rusak atau hilang. Umumnya, mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu.

8. Biaya materai

Mengacu kepada PP No. 24 tahun 2000 tentang Perubahan Bea Materai dan Besarnya Batas Pengenaan Harga Nominal, diperlukan penggunaan materai Rp 3 ribu untuk setiap transaksi di atas Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta. Sementara untuk transaksi kartu kredit di atas Rp 1 juta, diperlukan materai Rp 6 ribu.

9. Biaya cetak tagihan bulanan

Jika ingin mencetak tagihan bulanan, kamu akan dikenakan biaya cetak dengan besaran tergantung kepada penerbit kartu kredit. Ada pula penerbit kartu kredit yang membebaskan biaya cetak tagihan bulanan.

Untuk menghemat biaya, kamu bisa melihat tagihan melalui fitur e-statement atau tagihan dalam bentuk surat elektronik yang dikirim melalui e-mail.
 

10. Biaya salinan tagihan

Tak jauh berbeda dengan cetak tagihan bulanan, biaya salinan tagihan juga tergantung kepada kebijakan penerbit kartu kredit. 

Umumnya mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu untuk tagihan bulanan. Jika perlu, ada pula fasilitas salinan ringkasan tahunan dengan biaya salinan tagihan yang lebih besar.

11. Biaya salinan bukti transaksi

Ada kalanya, pemegang kartu kredit membutuhkan salinan bukti transaksi belanja. Misalnya, jika ada transaksi janggal dan ingin melakukan komplain atau tak sengaja membuang bukti transaksi belanja.

Pemegang bisa meminta bank untuk mengirimkan salinan tersebut dengan membayar sejumlah biaya. Umumnya, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu per slip tagihan.

12. Biaya pengambilan saldo kredit

Jika nasabah melakukan penutupan kartu kredit dan masih memiliki saldo kredit, penerbit kartu kredit harus mengembalikan saldo tersebut paling lambat pada tanggal kartu kredit ditutup. 

Biaya transfer pengembalian saldo kredit akan ditanggung oleh nasabah. Umumnya, biaya pengambilan saldo kredit akan gratis jika sisa saldo ditransfer ke rekening bank yang sama dengan bank penerbit kartu.

13. Biaya pembatalan cicilan

Jika kamu memiliki cicilan kartu kredit dan melakukan pelunasan sebelum jangka waktu cicilan kartu kredit berakhir, kamu akan dikenakan biaya pembatalan cicilan. Biaya pembatalan cicilan mulai dari Rp 200 hingga Rp 250 ribu.

14. Biaya penukaran reward points

Beberapa penerit kartu kredit mengenakan biaya penukaran reward points. Biaya ini muncul ketika kamu menukarkan reward points dengan voucher, hadiah, cashback, dan sebagainya.

15. Biaya penolakan cek/giro atau auto-debit

Bila kamu menggunakan cek atau giro untuk membayar tagihan kartu kredit, namun giro atau cek tersebut dikembalikan oleh bank karena tidak memenuhi persyaratan, maka kamu akan dikenakan biaya penolakan cek atau giro tergantung kebijakan penerbit kartu kredit. Umumnya, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.

Biaya serupa juga akan dibebankan pada tagihanmu, jika kamu menggunakan fitur auto-debit untuk pembayaran tagihan namun saldo rekening tidak mencukupi. Oleh sebab itu, pastikan saldo rekening memadai ketika tanggal auto-debit pembayaran tagihan kartu kredit tiba.

Itulah 15 biaya kartu kredit yang bisa membuat tagihanmu lebih besar dari perkiraan. Ketahui dan pahami besaran tambahan biaya kartu kreditmu agar kamu bisa menghindari biaya yang sebetulnya tidak diperlukan.