asuransi mobil syariah

Persamaan dan Perbedaan Asuransi Mobil Syariah vs Konvensional

Asuransi mobil syariah menjadi alternatif buat kamu yang ingin memberi perlindungan kepada mobil kesayangan. Layanan ini berdiri berdampingan dengan asuransi mobil konvensional.

Menilik namanya, asuransi mobil syariah menawarkan konsep syariah dalam jasa proteksi yang diberikan. Di tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam, asuransi ini tentu punya tempat tersendiri.

Namun bisa dikatakan layanan asuransi ini belum setenar asuransi mobil konvensional. Ini tidak mengherankan, mengingat bisnis syariah dalam perbankan dan asuransi terhitung lebih muda ketimbang lini konvensional.

Pengguna asuransi mobil syariah belum sebanyak asuransi konvensional. Tingkat pertumbuhannya pun terbilang rendah, meski produk yang tersedia terus bertambah.

Pada 2018 saja, seperti dilansir Kontan, penetrasi asuransi syariah masih berkutat di angka 5 persen. Meski demikian, masih ada optimisme tinggi di kalangan penyedia asuransi syariah bahwa pertumbuhan bisa mencapai dua digit pada akhir tahun.

Itu artinya produk asuransi syariah, termasuk asuransi mobil, masih akan terus gencar dipasarkan. Sesuai dengan rumus strategi marketing, pemasaran yang agresif bakal dilakukan antara lain lewat promosi yang agresif pula.

Dengan demikian, ini bisa menjadi kesempatan buat kamu yang tertarik menjadi peserta asuransi mobil syariah untuk menanggung keuntungan dari promosi yang disediakan. Sembari menunggu dan mencari info promo terbaru, seyogianya diketahui dulu apa persamaan dan perbedaan asuransi mobil syariah vs konvensional.

Persamaan

1. Paket dan tarif

Paket asuransi mobil syariah sama dengan asuransi konvensional. Paket itu terbagi dua, yakni all risk dan total loss only. All risk adalah perlindungan menyeluruh atas semua risiko kecelakaan untuk mobil.

(Baca: Awas Salah Pilih, Ini 4 Ciri Asuransi Mobil All Risk Terbaik)

Risiko terkecil seperti baret karena keserempet, misalnya, bakal ditanggung oleh asuransi. Risiko terberat adalah mobil hilang dicuri. Tapi risiko kehilangan ini terbatas. 

Ada pengecualian untuk kejadian:
- Angin topan
- Banjir
- Gempa
- Kerusuhan atau huru-hara
- Teroris dan sabotase

Untuk mendapatkan proteksi terhadap kejadian-kejadian itu, harus bayar biaya tambahan. Hal yang sama berlaku untuk perlindungan pihak ketiga. Misalnya kamu menabrak mobil lain, dengan adanya perlindungan pihak ketiga, mobil yang kamu tabrak itu bisa diajukan untuk diperbaiki dengan asuransimu.

Tarif untuk paket yang sama antara asuransi mobil syariah dan konvensional juga seringnya serupa. Sebab, pada dasarnya layanan yang diberikan tak ada bedanya.

2. Jaringan bengkel

Bengkel mitra asuransi mobil syariah sama dengan konvensional karena asalnya adalah perusahan yang sama juga. Jadi tidak ada bengkel syariah dan bengkel non-syariah. Bila mobilmu rusak dan perlu perbaikan, bisa datang ke bengkel mana pun yang masuk jaringan mitra perusahaan asuransi. 

Perbedaan

1. Perjanjian kerja sama

Karena menggunakan syariat Islam, asuransi mobil syariah menerapkan akad dalam perjanjian kerja sama. Prinsipnya adalah baik perusahaan asuransi maupun konsumen sama-sama tidak mengharapkan keuntungan dalam akad. Perjanjian kerja sama bersifat saling bantu, bukan jual-beli. 

2. Pengelolaan dana

Asuransi memenuhi syarat syariah jika tidak mengandung unsur berikut ini:
- Gharar (ketidakjelasan)
- Maysir (judi)
- Riba (bunga)
- Zulmu (penganiayaan)
- Riswah (suap)
- Barang haram dan perbuatan maksiat

Dana yang kamu bayarkan ke perusahaan asuransi itu berstatus milikmu. Pengelolaannya tak boleh melanggar aturan syariat seperti yang disebutkan di atas, misalnya dana diinvestasikan ke pabrik alkohol.

3. Premi kembali

Dalam asuransi mobil konvensional, premi yang dibayarkan tak bisa ditarik walau tak ada klaim. Ini berbeda dengan asuransi mobil syariah.

Ketika kamu tidak mengajukan klaim, ada sekian persen dana premi yang bisa dicairkan. Tapi aturan ini tergantung pada kebijakan tiap-tiap penyedia asuransi. Tanyakan dulu sebelum meneken akad daripada salah informasi.

(Baca: Bagaimana Cara Mencari Penawaran Asuransi Mobil Terbaik di Indonesia?)

4. Pengawasan

Layanan asuransi mobil konvensional hanya akan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan asuransi mobil syariah, selain dipelototi OJK, ada Dewan Pengawas Syariah (DPS) dari Majelis Ulama Indonesia yang siaga memantau.

Jika ditemukan penyelewengan yang berkaitan dengan hukum syariat Islam, DPS akan langsung bertindak. Dengan demikian, konsumen mendapat jaminan kepastian penyelenggaraan asuransi mobil syariah selalu sesuai dengan syariat.

Poin yang menjadi kelebihan utama asuransi mobil syariah di luar soal syariat adalah adanya pengembalian premi. Orang tentu tak mau membayar sesuatu yang tidak diberikan.

Tapi sejatinya cara kerja asuransi memang sebagai perlindungan terhadap risiko. Semua orang tentu maunya hidup lancar tanpa halangan, termasuk saat berkendara dengan mobil.

Itulah fondasi bisnis asuransi, yakni memberi proteksi. Dana premi dibayarkan untuk perlindungan tersebut. Sama saja seperti membayar satpam. Mereka ada untuk melindungi. Ketika tak terjadi perampokan, tentu gaji mereka tetap harus dibayar.

Meski begitu, baik asuransi mobil syariah maupun konvensional sama-sama menawarkan perlindungan yang dibutuhkan pemilik mobil. Tinggal sesuaikan saja dengan minat dan kebutuhan untuk memilih satu asuransi mobil terbaik.