Pinjaman online aman

7 Ciri Pinjaman Online Terbaik yang Aman dan Terpercaya

Layanan pinjaman online terbaik itu mudah menyetujui pengajuan pinjaman dan cepat mencairkan dana pinjaman. Benarkah begitu?

Gara-gara tergiur pinjaman online abal-abal, Risky jadi kelabakan membayar bunga pinjaman yang kini telah melebihi pokok utang. Mulanya, Risky hanya coba-coba meminjam Rp 1 juta dari tawaran pinjaman online yang didapatkan melalui pesan singkat di ponselnya.

Tak disangka, dalam hitungan menit, pengajuan pinjamannya disetujui dan saldo rekeningnya bertambah seketika. Merasa kaget sekaligus senang, Risky jadi tergoda untuk meminjam dengan nominal lebih besar. 

Sayangnya, Risky tak sadar bunga pinjamannya sangat besar. Tak butuh waktu lama sampai utang Risky berlipat ganda. Gaji Risky tak lagi cukup membayar cicilan utang yang kian menumpuk. Tak hanya stres terlilit utang, Risky juga harus menanggung malu karena penagih utang kerap menghubungi keluarga, teman, bahkan atasannya di kantor.

Jika Risky terjerat pinjaman online tak jelas, Susi lain lagi. Ia tertipu tawaran pinjaman online yang didapatkan melalui sebuah akun Instagram. Susi yang berniat meminjam uang sebesar Rp 5 juta diminta mengirimkan biaya administrasi terlebih dulu sebesar Rp 500 ribu.

Setelah biaya administrasi dikirim, bukannya mendapat pinjaman, nomor telepon dan akun media sosial Susi diblokir. Susi terlambat menyadari bahwa ia telah ditipu dan harus merelakan uangnya.

Ada banyak kisah nyata yang tak jauh berbeda dari ilustrasi di atas. Akses cepat dan mudah membuat tak sedikit orang tergoda menggunakan fasilitas pinjaman online. 

Sayangnya, pinjaman online juga sangat rentan tindakan penipuan. Jika tak cermat dan waspada, mudah sekali menjadi korban dan merugi hingga belasan bahkan ratusan juta rupiah. Namun, bukan berarti tak ada pinjaman online yang terpercaya.

Per Desember 2018, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberi izin kepada 88 perusahaan financial technology (fintech). Hal ini menjadi bukti bahwa sebetulnya telah banyak penyedia pinjaman online yang aman dan dapat dipercaya. 

Jika saat ini kamu sedang mencari pinjaman online terbaik dan terpercaya, pilihlah penyedia pinjaman online yang punya tujuh ciri ini. 

1. Lembaga pinjaman terdaftar di OJK

Syarat mutlak untuk terhindar dari jeratan pinjaman online ilegal adalah memastikan lembaga pinjaman online tersebut telah terdaftar dan berada di bawah pengawasan OJK.

Namun, jika lembaga pinjaman online yang kamu temukan mengaku telah terdaftar OJK, jangan lantas percaya. OJK secara berkala mengumumkan daftar penyelenggara fintech yang legal dan ilegal. Amannya, cek sendiri legalitas lembaga pinjaman online yang hendak dipilih dengan mengunjungi situs resmi OJK.

Kamu juga bisa menghubungi call center OJK di nomor 157 untuk bertanya langsung kepada customer service yang bertugas.

2. Bunga yang dikenakan tidak mencekik

Tak sedikit pinjaman online yang mematok bunga pinjaman hingga dua persen per hari. Artinya, jika kamu meminjam uang senilai Rp 1 juta, bunga pinjaman akan bertambah minimal Rp 10 ribu per hari. Dalam sebulan, besar bunga pinjaman menjadi Rp 600 ribu. Wow, lebih dari setengah nilai pokok utang.

Lembaga pinjaman online terbaik mengenakan bunga yang masih wajar. Sebagai acuan, kamu bisa membandingan bunga di lembaga pinjaman online dengan bunga pinjaman di bank.

Rata-rata bunga pinjaman di bank mulai dari 0,7-2 persen per bulan. Jadi, kalau menemukan pinjaman online dengan bunga harian di atas satu persen, lebih baik tak perlu dilirik.

(Baca: 7 Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair Tanpa Ribet)

3. Memiliki alamat kantor yang jelas

Penyedia pinjaman online resmi memiliki alamat kantor yang jelas. Biasanya, alamat kantor serta nomor telepon yang bisa dihubungi tercantum pada situs resmi penyedia pinjaman online. 

Sebaliknya, jika penyedia pinjaman online tak jelas keberadaannya, besar kemungkinan lembaga tersebut ilegal atau lembaga palsu yang berniat menipu.

4. Memiliki situs dan email resmi

Abaikan setiap penawaran pinjaman uang tunai yang diberikan melalui SMS atau pesan di Whatsapp. Besar kemungkinan, penyedia pinjaman tersebut ilegal alias rentenir online. Apalagi, jika penyedia pinjaman itu tak memiliki situs dan email resmi. 

Situs penyedia pinjaman online resmi harus terjamin keamanannya. Setidaknya, situs resmi harus berawalan “https”, bukan “http”. Hal ini menandakan bahwa situs itu menggunakan protokol socket secure layer (SSL) yang menyediakan proses enkripsi pada pertukaran data untuk mencegah terjadinya pencurian dan penyadapan data pengguna. 

Selain itu, email yang digunakan pun merupakan email resmi perusahaan, bukan menggunakan provider email gratis, seperti Gmail atau Yahoo.

5. Transparan mengenai mekanisme peminjaman

Penyedia pinjaman online terbaik tak akan ragu menjelaskan mekanisme peminjaman, termasuk batas pelunasan, suku bunga, dan simulasi cicilan. Sebab, OJK mewajibkan setiap penyelenggara fintech untuk transparan kepada debitur mengenai prosedur peminjaman.

Dengan begitu, debitur tidak akan merasa dirugikan karena telah mengetahui risiko dari transaksi yang dilakukan.

6. Memeriksa riwayat kredit calon debitur

Jika penyedia pinjaman meloloskan pengajuan kredit begitu saja, justru patut dicurigai. Sebab, penyedia pinjaman online yang baik tak akan sembarangan memberikan dana pinjaman.

Penyedia pinjaman online terbaik melakukan pemeriksaan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK untuk menyeleksi kelayakan calon debitur dalam menerima dana pinjaman.

7. Layanan nasabah mudah dihubungi

Penyedia pinjaman online terbaik memiliki layanan nasabah yang responsif. Dengan begitu, sebagai nasabah, kamu bisa mendapatkan bantuan dengan cepat saat menghadapi kendala. 

Kamu juga bisa memanfaatkan layanan nasabah untuk memperoleh informasi lebih dalam mengenai fasilitas pinjaman yang diperlukan.

Modus penipuan pinjaman online

Saat ini, penipuan berkedok pinjaman online pun makin beragam. Biar tak terkecoh, berikut ini modus-modus penipuan pinjaman online bodong yang perlu diwaspadai.

  1. Penawaran pinjaman online langsung cair dilakukan menggunakan nomor atau alamat email pribadi dengan mengatasnamakan bank atau lembaga tertentu. Biasanya, penawaran dilakukan melalui telepon, SMS, ataupun email.
     
  2. Penyedia pinjaman online meminta sejumlah uang sebagai salah satu persyaratan dengan dalih sebagai biaya administrasi atau biaya layanan. Beberapa penyedia pinjaman online memang mensyaratkan biaya administrasi atau biaya layanan. Namun, biaya tersebut dipotong dari dana pinjaman, bukan dibayar di muka oleh peminjam.
     
  3. Penyedia pinjaman online menghubungi berulang kali dan memaksa debitur menggunakan dana pinjaman.
     
  4. Penyedia pinjaman online meminta informasi kartu kredit, ATM, hingga nomor PIN.

Bagi sebagian orang, menggunakan layanan pinjaman online bisa jadi solusi sementara terhadap masalah keuangan yang dihadapi. Namun, jika dilakukan tanpa kejelian bisa-bisa hidup jadi semakin tak tenang.

Biar bagaimana pun, oknum pinjaman online ilegal ataupun penipuan berkedok pinjaman online tak bisa dihilangkan dalam semalam. Sebagai calon debitur, kitalah yang bertanggung jawab penuh terhadap tiap transaksi yang kita lakukan. 

(Baca: 4 Tips Memilih Pinjaman Online yang Aman dan Terpercaya)

Sekalipun dalam keadaan mendesak, jangan sampai lengah dan malas melakukan pengecekan terhadap penyedia pinjaman. Jangan sampai penyesalan datang belakangan.