Asuransi Keluarga

4 Produk Asuransi yang Wajib Dimiliki oleh Keluarga

Tahukah kamu bahwa memiliki asuransi adalah salah satu cara membangun fondasi keuangan keluarga agar tetap sehat? 

Setiap keluarga tentu memiliki berbagai tujuan keuangan yang ingin diraih. Mulai dari keinginan memberikan pendidikan terbaik untuk buah hati hingga memiliki dana pensiun agar sejahtera di hari tua. 

Tapi, untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut, mengumpulkan uang saja tidaklah cukup. Perlu tindakan antisipasi untuk mengurangi atau bahkan menghindari risiko finansial yang timbul saat terjadi hal-hal tak diinginkan.

Misalnya, ketika seorang ibu atau anak sakit dan memerlukan penanganan dokter, diperlukan pengeluaran tambahan yang bisa jadi tak sedikit. Biaya tersebut bahkan bisa mengganggu pos keuangan lain sehingga menghambat tercapainya tujuan keuangan yang telah direncanakan. 

Pada situasi seperti inilah, asuransi dapat menyelamatkan kondisi keuangan keluarga. Kerugian finansial yang terjadi akan ditanggung oleh perusahaan asuransi sehingga pos keuangan keluarga tetap aman dari gangguan. 

Meski begitu, tak semua produk asuransi perlu dibeli. Tidak mau juga kan pengeluaran membesar untuk membayar premi yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan? Untuk mengetahui produk yang tepat bagi tiap anggota keluarga, yuk simak penjelasannya berikut ini.

Asuransi Jiwa

Ada dua alasan utama mengapa asuransi ini penting dimiliki. Pertama, seseorang bisa meninggal pada usia produktif padahal masih memiliki tanggungan. Kedua, seseorang bisa hidup lama namun dalam kondisi yang kurang baik, seperti sakit keras atau cacat sehingga tak bisa bekerja secara optimal. 

Jika salah satu kondisi ini dialami oleh pencari nafkah dalam keluarga, kondisi finansial keluarga tentu bisa goyah. Apalagi jika keluarga tidak memiliki sumber penghasilan lain. Bukan tidak mungkin kebutuhan dasar keluarga pun jadi sulit terpenuhi dengan baik. 

Secara sederhana, asuransi jiwa dapat memberikan pengganti penghasilan yang hilang saat terjadi risiko pada sumber pencari nafkah dalam keluarga. Ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan dari perusahaan asuransi. Dengan begitu, keluarga yang ditinggalkan masih bisa hidup dengan sejahtera. 

Oleh sebab itu, pada umumnya asuransi jiwa wajib dimiliki oleh ayah atau suami. Namun, zaman sekarang tak sedikit pula keluarga yang memiliki pendapatan ganda atau suami dan istri sama-sama bekerja. Pada kondisi ini, asuransi jiwa sebaiknya diperuntukkan pada pihak yang memiliki penghasilan lebih tinggi serta memiliki dampak yang cukup signifikan pada keuangan keluarga. 

Asuransi Kesehatan

Risiko kesehatan ditanggung oleh tiap anggota keluarga. Biaya rumah sakit dan obat-obatan pun tak bisa dibilang murah. Satu jenis penyakit saja bisa menghabiskan biaya pengobatan puluhan hingga ratusan juta rupiah. 

Oleh sebab itu, idealnya semua anggota keluarga perlu memiliki asuransi kesehatan. Namun, perlu dipertimbangkan apakah ayah atau ibu sudah memiliki asuransi kesehatan dari kantor? 

Jika sudah dan jaminan perlindungan yang diberikan dirasa memadai, maka asuransi kesehatan tambahan tak lagi diperlukan. Dana premi asuransi pun dapat dialokasikan pada tujuan keuangan yang lain, seperti tabungan atau investasi.

Jika belum, segera ajukan asuransi kesehatan swasta, termasuk untuk anggota keluarga lain. 

Lalu, bagaimana dengan BPJS Kesehatan? Mengingat saat ini warga negara Indonesia telah diwajibkan memiliki BPJS Kesehatan, apakah fasilitas asuransi swasta masih diperlukan?

Premi BPJS kesehatan memang lebih murah dibanding asuransi kesehatan swasta. Layanan yang diberikan juga cukup lengkap, meliputi rawat jalan, inap, rawat gigi, mata, hingga biaya persalinan. 

Namun, tak semua rumah sakit bekerja sama dengan BPJS. Umumnya, pelayanan yang diberikan melalui fasilitas BPJS pun membutuhkan waktu lebih lama dibanding menggunakan asuransi swasta. Selain itu, tak semua biaya rumah sakit dapat tertutupi fasilitas dari BPJS. 

Berbeda halnya dengan asuransi kesehatan yang bisa digunakan pada setiap rumah sakit. Tanpa mewajibkan rujukan dari faskes, penanganan yang dibutuhkan pun jadi lebih cepat diperoleh. 

Dengan begitu, memiliki BPJS dan asuransi kesehatan sekaligus dapat memberikan manfaat yang lebih lengkap. Jika menghadapi situasi darurat dan membutuhkan perawatan yang cepat, asuransi kesehatan swasta dapat lebih diandalkan.

Selain dua jenis asuransi di atas, terdapat asuransi lain yang juga penting dimiliki bagi keluarga yang telah memiliki aset properti, seperti rumah dan kendaraan. Berikut di antaranya. 

Asuransi Rumah 

Selain sebagai tempat tinggal, rumah pun dapat menjadi investasi karena harganya yang cenderung meningkat. Namun, rumah tak lepas dari sejumlah risiko, mulai dari kebakaran, kebanjiran, pencurian, hingga terkena dampak bencana alam lainnya. 

Dengan memiliki asuransi rumah, kamu bisa mendapatkan uang pertanggungan atas risiko-risiko tersebut. 

Saat ini ada dua jenis asuransi rumah di Indonesia. Pertama, asuransi rumah kebakaran. Sesuai namanya, asuransi ini memberikan perlindungan terhadap risiko kebakaran yang terjadi akibat ketidaksengajaan, tersambar petir, ledakan, ataupun risiko kerusakan karena asap. 

Jenis yang kedua adalah asuransi rumah all risk. Jenis asuransi ini memiliki perlindungan yang lebih menyeluruh. Mulai dari perlindungan atas risiko pencurian hingga kerusakan akibat bencana alam. Asuransi ini juga memberi perlindungan tambahan, seperti biaya uang sewa selama perbaikan rumah hingga biaya profesional, seperti penggunaan jasa arsitek.

(Baca: Gaji Rp 10 Juta, Baiknya Beli Rumah atau Mobil Dulu?)

Asuransi Kendaraan

Meski sudah ahli mengemudi, bukan berarti tak perlu asuransi. Apalagi, jika kamu tinggal di kota besar yang padat penduduk seperti di Jakarta. Kendaraan di parkiran saja bisa tergores kendaraan lain tanpa disangka-sangka. 

Belum lagi, risiko kecelakaan yang berdampak besar bagi kondisi mobil. Biaya perbaikannya? Pasti tidak murah. Dengan asuransi kendaraan, biaya yang ditanggung bisa jauh lebih ringan.

Itulah empat asuransi terbaik yang wajib dimiliki keluarga. Saat ingin membeli asuransi, periksa dengan cermat manfaat, pembiayaan, serta ketentuan yang tercantum pada polis asuransi. 

Tak hanya memilih asuransi dengan premi termurah, tapi pilihlah polis dengan manfaat yang dibutuhkan dan klaim termudah. Jika diperlukan, lakukan riset kecil-kecilan kepada rekan atau kerabat mengenai riwayat klaim perusahaan asuransi yang akan dipilih. 

(Baca: Perbedaan Telak Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional)

Jika sudah memiliki seluruh jenis asuransi terbaik yang diperlukan keluarga, kamu pun bisa mengelola keuangan dengan lebih bijak tanpa cemas mengalami risiko kerugian finansial yang dapat terjadi sewaktu-waktu.